Sebagian Non Muslim Marah disebut Kafir. Berikut Penjelasannya.


Hampir semua orang yang marah ketika disebut kafir. Mereka itu adalah orang yang tidak berilmu alias gagal paham.
Sangat agak aneh mungkin dengan mereka yang baper lalu merasa Islam intoleran karena menyebut non Muslim dengan sebutan kafir, Lucunya lagi ada pula beberapa sahabat muslim yg juga tidak suka dengan sebutan kafir pada orang non Muslim dengan alasan penyebutan kafir kepada non Muslim adalah tidak menghargai kaum non Muslim, Pertanyaanya kalian non Muslim paham tidak arti kata "Kafir"? sekasar itukah kata "Kafir" bagi kalian? Yuk kita bahas sedikit di bawah ini.

Dalam Al Qur'an kata "Kafir" itu diberikan oleh Allah kepada kaum non Muslim. Kaum yang tidak menyembah Allah, kaum yang tidak mengimani Al Qur'an, kaum yang menolak nabi Muhammad sebagai Rasul. Lalu sebagian dari kalian memprotes kenapa Allah tidak menghargai orang non Muslim karena menyebut mereka kafir?. Padahal mungkin kalian yang tidak paham bahwa Allah telah menggunakan istilah "Kafir" sebagai kata-kata perumpamaan yang paling halus kepada kaum yg tidak mengimani-Nya, Al Quran & Rasulullah, Apa itu kafir ? Kafir adalah sebutan bagi orang yg kufur. Kufur berarti menutup diri, arti kufur itu sendiri sebenarnya halus tak menyengat hati. Mungkin kalian bertanya apa yangg salah?. Berikut contoh kata-kata kufur dalam Al Qur'an, "Seperti hujan yang tanamannya membuat para kuffar jadi kagum” (QS. Al-Hadid:20), Kuffar = Petani (petani kerjanya menutup benih), Halus kan? tak ada yg kasar dengan kata "Kafir". Lalu kenapa kalian non Muslim dan juga kalian yangg mengaku Muslim namun gagal paham begitu reaktif dengan kata-kata "Kafir"? Padahal kata kafir berasal dari kata Kufur/kuffar yang artinya hanya "Menutup diri".

Dalam islam sendiri, Kafir ada banyak macamnya, setidaknya ada 5 macam antara lain :
1. Kafir Zindik, yaitu tidak mengakui kebenaran Islam tetapi pura - pura masuk atau menjadi pemeluk agama Islam.
2. Kufur Inadi, yaitu meyakini adanya ALLAH dengan hati dan lisannya tetapi tidak mau patuh pada perintah ALLAH.
3. Kufur Mu-attil, yaitu sama sekali tidak percaya akan adanya ALLAH, baik hati maupun lisannya.
4. Kufur Nikmat, yaitu tidak mau mensyukuri nikmat ALLAH yang diberikan kepadanya.
5. Kufur Juhud, yaitu mengingkari kebenaran agama ALLAH SWT.

Jadi Allah menggunakan kata kafir itu sendiri sebagai istilah atau kata ganti bagi orang-orang yang menutup diri dari Allah SWT, tak ada kata hinaan dancacian dalam kata "Kafir".
Lalu mereka para non Muslim yang gagal gaham makna & tidak mengerti arti kata kafir mengatakan "Jangan seenaknya mengkafir - kafirkan orang", Ini sama saja seperti khasus misalnya seorang turis yg marah ketika diberi predikat "WNA", dan dia marah-marah, ya kalau tidak mau di sebut "WNA" ya harus menjadi WNI dulu. Paham kan maksutnya ?.

Seseorang marah atau tersinggung disebut kafir, karena di lubuk hatinya yang terdalam terdapat pengakuan bahwa menjadi kafir itu tidak baik.
Jika anda yakin akan kebenaran agama anda, jika anda yakin agama anda baik, tentu tak perlu marah atau tersinggung disebut kafir, bukan?

Coba lihat bagaimana sikap kami umat Islam terhadap ajaran agama lain. Pada ajaran Kristen, semua yang tidak menerima Yesus sebagai tuhan disebut “domba yang tersesat”. Umat Islam tentu tidak mengakui Yesus sebagai tuhan. Karena itu, pasti kita yang Muslim termasuk golongan “domba yang tersesat” (versi mereka) tersebut. Namun apakah kita umat Islam selama ini pernah marah atau tersinggung disebut “domba yang tersesat”?

TAK PERNAH SEKALIPUN. Karena kita yakin akan kebenaran Islam.

Karena yakin benar, maka sebodoh amat dengan semua julukan dari agama lain untuk kita. Emang gue pikirin. Terserah mereka menyebut kita apa saja. Itu tak akan berpengaruh apapun terhadap keyakinan kita. Jadi jika Anda tak suka disebut kafir, cara mengatasinya gampang saja. Silahkan masuk Islam. Mudah bukan?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sebagian Non Muslim Marah disebut Kafir. Berikut Penjelasannya.

0 komentar:

Posting Komentar